Gamaraka Adakan Kembali SWAPRA 2022

Jumat(28/1/2022), Gamaraka SMANSA berhasil melaksanakan kembali kegiatan SWAPRA yang tahun lalu ditiadakan karena adanya pandemi COVID-19. Kegiatan SWAPRA tahun ini mengusung tema“Bentuk Karakter Muda dalam Kelana Pramuka” dengan tema ini diharapkan karakter-karakter anak muda SMANSA dapat terasah dalam sebuah pengembaraan pramuka, dimana mereka akan memecahkan masalah bersama, mengatasi suka duka bersama, dan mengasah mental dengan cara memasuki hutan yang asing bagi mereka. Kegiatan SWAPRA ini diadakan dari Tlogohendro sampai Desa Trogopakis, yang ada di Kecamatan Petungkriono. Pemilihan lokasi Petungkriono bukan hanya karena keasrian alamnya yang mampu menyegarkan pikiran dari segala beban, panitia memilih Petungkriono juga karena mempertimbangkan rute perjalanannya yang lebih pendek dan aman daripada tempat-tempat yang dilalui pada SWAPRA di tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan pengembaraan ini dilaksanakan selama tiga hari dua malam, sehingga kegiatan SWAPRA berakhir pada Hari Minggu(30/1/2022).
 


Partisipasi dari kegiatan SWAPRA tahun ini ada 40 panitia, yang terdiri dari 27 panitia internal(Dewan Ambalan) dan 13 panitia dari organisasi lain. Kegiatan ini juga mengundang tiga orang dari DKC, PSC, dan 119 sebagai tim medis dengan ambulan yang menemani selama perjalanan berlangsung, selain itu tiga pembina Gamaraka pun ikut mendampingi. Untuk pesertanya masih tidak dapat melibatkan seluruh siswa kelas 10 mengingat kondisi yang belum sepenuhnya normal ini, untuk itu dari 321 anak kelas 10 diseleksi menjadi 25 anak yang kuat fisik, mental, dan memenuhi syarat yang dapat mengikuti kegiatan SWAPRA pada tahun ini.


Kegiatan SWAPRA dibuka dengan upacara yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pekalongan lalu berangkat menuju Tlogohendro, setelah istirahat sholat dan makan di Tlogohendro para peserta kegiatan langsung melakukan pengembaraan menuju Desa Gumelem selama 3-4 jam. Pada malam pertama, para partisipan bermalam di SD Gumelem. Di hari kedua, setelah sarapan dan senam bersama, pengembaraan dilanjutkan dengan menerjang hutan belantara dari Gumelem ke Karang Srity. Ditemani pemandangan perbukitan di Karang Srity para panitia dan peserta berisitirahat makan sebelum akhirnya melanjutkan pengembaraan menuju MI Tlogopakis. Di malam hari kedua diadakan upacara api unggun yang menjadi ciri khas Pramuka. Dan pada hari terakhir, dilaksanakan pelantikan Bantara dan Laksana dilanjutkan oleh pentas seni dan upacara penutupan.

Untuk persiapan kegiatan SWAPRA sendiri sangatlah banyak, dari mengurus perizinan, menyusun data-data yang diperlukan, menyusun mekanisme rute dan masih banyak lagi, serta tentunya uang yang dikeluarkan pun jumlahnya tidaklah sedikit mengingat kegiatan SWAPRA adalah kegiatan besar yang dilakukan selama tiga hari dua malam serta berada di luar sekolah. Syukurnya, dengan semangat para panitia yang luar biasa semua persiapan itu dapat dipersiapkan dengan matang. Tentunya dengan segala persiapan yang banyak itu pasti ada misskomunikasi yang tidak bisa dihindari antarpanitia, ditambah dengan hal-hal tidak terduga yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan SWAPRA seperti kondisi cuaca yang ekstrem. Semua permasalahan itu memang sempat membuat koordinasi panitia sempat goyah tapi semua itu dapat diatasi dengan baik oleh para panitia.


Antusias panitia sudah terlihat dari bagaimana mereka dengan semangatnya mempersiapankan kegiatan SWAPRA ini. Namun, ternyata antusias peserta dalam menghadapi kegiatan SWAPRA ini melebihi panitianya. Para peserta berpikir bahwa kesempatan yang telah diberikan oleh para panitia untuk menikmati alam dan refreshing di luar SMANSA akan sangat sia-sia jika mereka melewatkannya begitu saja, jadi mereka sangat menantikan kegiatan SWAPRA ini dimana mereka dapat menikmati alam bersama dengan rekan-rekannya yang lain.


“Perasaanku saat mengikuti SWAPRA ini sama sekali tidak dapat didefinisikan. Di satu sisi saya sebagai wakil ketua bersama Kak Faris yang menjadi ketua acara ini sangat merasa lelah dan terbebani, tapi disisi lain kami juga belajar banyak hal, karena di SWAPRA ini kami menjadi berteman dengan alam dan dari sini saya diperkenalkan oleh suatu perasaan yang sangat spektakuler dan tidak dapat dijelaskan,”ungkap Kak Adel saat ditanya perasaannya menjadi bagian dari kegiatan SWAPRA tahun ini.


Panitia berharap semoga SWAPRA tahun depan bisa lebih baik dan bisa dilaksanakan dengan melibatkan seluruh siswa dalam satu angkatan. Selain itu, dari Kak Adel sendiri menyarankan agar menu makanan di SWAPRA tahun depan dapat lebih enak, karena jika makanan yang disediakan enak maka semangat dari para peserta pun akan semakin bertambah dan tentunya semakin antusias.

 

Narasumber : Talitha Adelia Sabrina(wakil ketua kegiatan SWAPRA)

Post a Comment

Previous Post Next Post
iklan-728
iklan-728