Gimana sih mengolah sampah sisa makanan agar tidak tercecer dan menumpuk? Yuk simak tips-nya!




    Haloo Kartinitians! Dalam dunia yang semakin tua, kita harus semakin peduli pula nih terhadap lingkungan sekitar. Nah, salah satu cara praktisnya yaitu dengan membuat pupuk kompos dari sampah sisa makanan atau yang biasa dinamakan dengan sampah organik. 

    Sampah yang berupa sisa dari makanan yang dimasak sehari-hari seringkali dianggap sebagai beban karena selain baunya menyengat, juga tak enak jika dipandang oleh mata. Namun, di balik tumpukan kulit sayur dan sisa-sisa makanan, terdapat banyak sekali rahasia hijau yang dapat merubahnya menjadi kekayaan tanah dilingkungan sekitar. Mari kita simak bersama tips-tips dari kami untuk mengubah limbah sisa makanan agar menjadi pupuk yang berkualitas tinggi yang tidak cuma ramah lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.


1. Kenali jenis sampahmu.

Sebelum memulai, identifikasi jenis sampah sisa makanan apa yang kalian punya? Dari sisa sayuran sampai kulit buah, semuanya memiliki peran penting dalam menciptakan kompos yang seimbang.


2. Siapkan Alat dan Bahan terlebih dahulu ya!

Peralatan ini pastinya dibutuhkan nih untukmu, peralatan tersebut berupa Bak Kompos, Alat pencampur, dan jangan lupa sarung tangan agar tanganmu tetap terjaga kebersihannya.


3. Memastikan komponennya.

Pupuk kompos yang baik, membutuhkan perbandingan yang tepat antara bahan "coklat" (seperti daun kering) dan bahan "hijau" (seperti sisa makanan yang kalian punya).


4. Mengikuti prosedur dan prosesnya dengan baik.

Pastikan kamu sudah menghafal dan mengetahui langkah-langkah yang akan kamu buat, jadi tidak perlu susah-susah membuka handphone lagi dehh.


5. Selalu memantau dan memelihara kompos.

Pantau kompos secara rutin, yaitu 5 hari sekali dan dengan suhu paling normal yaitu 40°. Dengan demikian, akan mempercepat proses dekomposisi.


6. Pastikan pupuk kompos berhasil.

Kartians dapat memastikan hal tersebut dengan melihat warnanya yang sudah mirip seperti tanah. Lalu, ketika di cek suhu tersebut normal yang berkisar 30-35 derajat celsius. Dan pengecekan yang terakhir jika kalian genggam pasti sedikit menggumpal.


    Nah, itu dia tips nya. Semoga bisa Kartinians praktekan juga di rumah yaa! Semoga dapat membantu kalian dalam upaya melestarikan lingkungan dengan cara yang gak ribet pastinya.


Terima kasih sudah membaca dan salam hangat dari kami (Arlita-Bilbina-Zazkia)

Post a Comment

Previous Post Next Post
iklan-728
iklan-728